Jumat, 19 Februari 2010

Satu bulan Mendampingi Istri tercinta #2




Waktu Satu bulan terasa sangat singkat untuk mendampingi Istri tercinta. Pasca kejadian akhir tahun 2009, yang pasti membuat istriku harus lebih sedikit protect, dan yang pasti saya herus mengambil peran untuk membantu meringankan beban Istri (itu mah sudah menjadi kewajiban suami…..! Wajib wal kudu’). Selama satu bulan hari hari yang kujalani difokuskan untuk mendampingi dan memberikan service terbaik untuk Istri. Yang tadinya berangkat – pulang kampus dilalui sendiri, selama satu bulan saya menjadi tukang ojek setia. Antar jemput pulang pergi. Itu sudah menjadi komitmen dan yang pasti kewajibanku. Selama masa pemulihan ini saya harus selalu berada di samping istri. Dan masa kebersamaan itu terasa sangat singkat dan mengharuskan saya “untuk sementara waktu” meninggalkan keluarga tercinta untuk mengais rezeki dan di Pulau Seberang. Memang pilihan berat harus menjalani LDL kembali. Namun pilihan ini harus kita ambil saat ini sebelum masa kebersamaan dapat kita jalani. Ibaratnya Bersusah susah dahulu, dan harapan masa depan yang lebih cerah dapat kita gapai. (Manusai tidak dianjurkan untuk menyerah dan berputus asa, namun harus memiliki kemauan dan kemampuan untuk mencoba. Mencoba melakukan gebrakan perubahan menuju lebih baik. Dan salah satu upaya itu baru kami usahakan. Semoga diberi kemudahan jalan…. Amin….)
Tangal 2 merupakan hari terakhir dari satu bulan saya stay in Jogja sekaligus hari ke 720 umur pernikahan kami. Dalam ulang tahun ke dua masa pernikahan ini, kami sudah mengalami berbagai macam lika-liku perjalanan kehidupan dalam membina rumah tangga. Dan dari setiap lembaran kehidupan yang kami goreskan memberikan arti, makna dan manfaat untuk pembelajaran proses kehidupan kami kedepan. Dari lembaran lembaran yang kami goreskan dengan tinta kehidupan, ada goresan kebahagiaan dan terkadang terdapat goresan kesedihan. Kedua sisi goresan itu todak dapat kita pisahkan satu dengan yang lain, bahkan keberadaannya saling melengkapi, sehingga bisa digunakan sebagai media pembelajaran secara utuh.
Tanggal 2 sore hari saya harus segera take off melakukan perjalanan panjang Jogja – Mkw dengan dua kali transit, di Jakarta dan Makassar. Untuk melepas kembali keberangkatan saya yang memakan waktu penerbangan hampir 12 jam, Istri, keluarga besar Bani Anas besera kedua Orang tua saya saat ini (mertua saya Pak’e dan  Bu’e) mengantar saya ke Bandara. Kakak kakak yang bisa berkesempatan mengantar kemaren kakak ke-3 dan kakak ke-5 dari 6 bersaudara. Dengan dihibur kelucuan dua ponakan, waktu satu jam penantian penerbangan terasa sangat singkat. Pukul 17.25 Panggilan terakhir penumpang untuk naik ke pesawat, saya baru menuju ruang tunggu dan masauk pesawat paling akhir (daripada lama menunggu lebih baik ditunggu hehehe….). saya berpamitan dengan keluarga tercinta untuk menjemput secercah rezeki di Pulau seberang.
Setibanya di  Cengkareng, adek seperjuangan sudah menantikan kedatanganku. Waktu transit hampir 4 jam tidak terasa lama dengan kami isi dengan diskusi diskusi seputar kehudupan dan aktifit dalam organisasi yang pernah sama sama kita geluti dengan ditemani dua piring nasi, tempe goreng, pepes teri dan satu mangkuk sayur asem. --Harga memang Mahal, karena di bandara. Namun sebelum “pergi sejenak” dari kampung Halaman dengan dilepas Sayur Asem, mengingatkan aku alan masakan Wanita Perkasa saat kami dirumah selama satu bulan (jika dibandingkan, masakan yang saya santap malam itu masih jauh dari Rasa yang diracik Istriqu)--. Menjadi sahabat dan saudara dekat sejak kunjunganku ke Bengkulu 2 tahun yang lalu, saat ada kegiatan pengkaderan di Bumi Raflesia. Kesamaan pandangan dan semangat dalam perjuangan di Organisasi, menjadi salah satu faktor saya dan Sarkawi bisa menjadi semakin dekat untuk selalu bisa sharing dang diskusi. Hal ini semakin memantapkan pemikiranku, bahwa BERSAUDARA ITU INDAH….

Terimakasih keluarga besarku…
LIFE FOR OTHER’s



Satu bulan Mendampingi Istri tercinta #1





Alhmadulillahirobbil ‘alaimin….. saya masih dikaruniai dan bisa merasakan nikmatnya kebersamaan dalam kekeluargaan. Yach… dalam keluarga besar bani Anas “contoh kecilnya”
Hari ini, 3 Februari 2010, tepat pukul 07.00 WIT saya menapakkan kaki kembali di tanah Papua, tepatnya di Manokwari, tempat saya berkarya “untuk sementara waktu” saat ini. Saya meninggalkan manokwari satu tahun yang lalu (27 Desember 2009), untuk sementara waktu “selama satu bulan” saya memutuskan harus stay in Jogja untuk menemani istri setelah mengalami  keguguran dalam usia kandungan memasuki bulan ke 3. Penderitaan dan cobaan bagi perempuan yang mengalami keguguran bukan hanya derita sakit fisik saat melahirkan janin yang tumbuh didalam rahim nya, namun yang terlebih lagi, perempuan memerlukan pendampingan dan penguatan psikis, mendorng mentalnya kembali untuk tetap menjadi wanita yang utuh dan akan menjadi Ibu bagi anak anak yang dititipkan melalui rahimnya suatu saat nanti……, saat Allah sudah berkehendak memberikan rezeki kembali.
  Saya sangat bersyukur saat itu, minggu terakhir bulan desember 2009 merupakan  hari-hari yang berat dan penuh kekhawatiran. Saya berada di pulau seberang dengan segala keterbatasan akses dan sarana, sedangkan Istri tercinta di tanah kelahian baru berjuang untuk mempertahankan amanah-Nya yang dititipkan kepada kami. Biarpun dari upaya yang kami lakukan belum ada jaminan akan berhasil menyelamatkan amanah itu. Dengan penuh kekhawatiran dan keraguan akan kemampuanku untuk bisa pulang ke Jogja menemani Istri dan mendampingi hari-hari perjuangannya. Tidak lain dan tidak bukan kendala terbesar yang saya hadapi adalah masalah financial.  Keyakinanku akan Kekuatan do’a yang selalu ku panjatkan “Semoga engkau mudahkan pertemuan kali ya Allah…” dalam setiap munajatku kepada-Nya memberikan semangat yang luar biasa besarnya. Dan Allah pun memberikan jalan dari arah yang terkdang tidak kita duga.
Alhamdulilah, tgl 26 Malam ada kapal yang berlayar menuju Jawa dengan route paling pendek Merapat di Manokwari . Manokwari – Sorong – Makassar – Surabaya. Pelayaran empat hari 4 malam ku jalani.  Perjalanan panjang pun kujalani, terapung ditengah samudra untuk menjemput impian…., eh, untuk menuju JOGJA.
Kapal merapat di pelabuhan Tanjung Perak tepat tanggal 30 siang. Sesampainya di Jogja, saya tidak bisa menemui istri di rumah, karena Istri sudah masuk Rumah Sakit. Turun dari Bus saya langsung meluncur menuju PKU Muhammadiyah tuk mendampingi Istri pasca operasi ringan setelah keguguran….  


Kamis, 28 Januari 2010

Revolusi Teknologi "Internet - ATM - e Banking" .....(part 1)





Revolusi teknologi informasi dewasa sangat pesat. Semasa Internet masih menjadi barang mewah, sebatas digunakan untukepentingan militer di negara paman Sam sana... sudah menjadi pembicaraan hangat keluarga saat sarapan di dapur rumah desa nan asri PONJONG city yang luasnya bisa digunakan untuk memasang meja Ping-Pong. "Kita, paling lama lima tahun kedepan, bisa membaca koran tanpa kertas, menerima dan mengirim surat tanpa kertas, menjelajah dunia tanpa batas dengan mengakses internet, bahkan  di ruangan dapur ini" ujar kakak ke 3. Dan, kondisi itu sudah kami alami setidaknya 2 tahun yang lalu.
Dengan pesatnya persaingan operator GSM yang digencarkan oleh penyedia jasa layanan komunikasi saat itu, mereka saling bersaing untuk melebarkan sayap untuk memperluas jaringan pelayanan serta beberapa fasilitas yang mereka perikan kepada konsumen, salahsatunya jaringan sinyal GPRS yang memingkinkan konsumen untuk mengakses internet dengan layanan operator seluler. Saya merupakan salah satu dari sekian ribu juta konsumen yang merasa diuntungkan dengan adanya persaingan operator seluler, Bisa menikmati Internet di kampung nan asri dipinggir mata Air Sumber Ponjong.
Bersamaan maraknya penggunaan internet, jasa pelayanan keuangan pun semakin lancar dan memanjakan nasabah. Muncul Teknologi Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang membuat nasabah bank semakin mudah untuk mengambil uang nya yang disimpan di bank, teknologi SMS banking, internet banking maupun beberapa fasilitas yang lain. Saat ini saya merasa dimudahkan dengan adanya fasilitas yang disediakan oleh penyedia jasa pelayanan publik. gambaran sederhana yang sudah saya nikmati, saat saya di pulau seberang, untuk beli ticket penerbangan Surabaya - Jogja, saya tidak harus datang ke age penjualan ticket, "saya tingal chat dengan agen ticketing yang ada di Jogja, saya Boking Ticket, bayar ticket transfer via ATM, terima e-ticketing via e-mail dan saya tinggal nge-Print ticket yang saya terima". Begitu mudah bukan.... dan yang pasti saya merasa dimudahkan. ;)


Sumber Foto:
1. http://www.flexter4u.com/saveimages/Image/Flexter-internet.jpg
2. http://zamrul.files.wordpress.com/2009/03/internet1.jpg


          


Minggu, 24 Januari 2010

Antara Keluarga dan Kerja "REFLEKSI LDL HINGGA AWAL TAHUN 2010"


Manusia membentuk keluarga tidak lain dan tidak bukan untuk mencari kedamaian dan ketentraman. Keberadaan pasangan dalam kehidupan bisa mengisi hari hari saat bahagia maupun duka. Senang bersama, sedih pun dirasa bersama. Sangat tidak wajar dan tanda tanya besar jika seorang membentuk keluarga hanya untuk mencari kesenangan semata, bukan pula untuk saling berbagi saat suka maupun duka

Menjalani hubungan Jarak Jauh (LDL: Long Distance Love) terkadang menjadi pilihan rumit yang dihadapi sepasang kekasih maupun pasutri. Idealnya, menjalin hubungan untuk bisa saling berbagi, bersama dan untuk mencari rasa tenteram saat berasa disisi pasangan. Namun akan menjadi paradoks dari apa yang telah dilakukan seorang pasangan saat "harus terpaksa" menjalani LDL, seperti halnya yang saya jalani saat ini.

Menjalani kehidupan LDL tidaklah mudah.  apa lagi saat ada masalahggo yang sangat pelik sedang menyapa keharmonisan hubungan LDL yang sedang kami bina. Belum lagi saat ada anggota keluarga yang sedang sakit. Bertambah berkali lipat lagi beratnya hubungan yang sedang kami jalani ini.

Perjalanan LDL yang coba kami jalani ini tidak lain dan tidak bukan tuntutan mencari nafkah yang untuk keluarga tercintaku. namun terasa paradoks jika akhirnya harus berpisah jauh, bahkan sangat jauh terpisan dengan keluarga dalam jarak ruang dan waktu yang tidak mudah dijangkau "dengan penghasilan yang kuperoleh saat ini".

Prioritas utama nama....? dekat Keluarga atau mencari nafkah untuk mereka?

sumber Foto: http://bp2.blogger.com/_QnYwuqpJ7_4/R9PLszKGtYI/AAAAAAAAABw/nA9tsmtxUUk/s320/family+stone

Senin, 11 Januari 2010

Copas: Mempercepat Laju Photoshop Pada Komputer Berkapasitas Minimal



Bagi kawan kawan yang gemar dengan dunia fotografi dan editing foto, pasti tidak asing lagi dengan program Adobe Photoshop (PS). Dengan perkembangan teknologi dan tuntutan dari User, program PS selalu melakukan pembenahan dan penyempurnaan. Upgrade sofeware programPS menuntut adanya upgrade hardware yang kita miliki. Namun bagi kawan kawan yang masih memiliki / menggunakan PC dengan kapasitas dan kualitas minimum, masih bisa mengoptimalkan kinerja PS di PC nya.

Saya memperoleh artikel yang cukup menarik dan mencerahkan ini dari blog seorang sahabat. Selamat mencoba tips yang kami hidangkan. Semoga bisa memberikan pencerahan.


Berikut Artikel yang kami hidangkan:


Tentu saja, cara paling mudah untuk menyelesaikan masalah semua masalah komputer yang terjadi adalah memiliki sejumlah uang untuk membeli sebuah komputer yang jauh lebih baik. Itu semua cuma mudah dikatakan di mulut, khususnya ketika kita memang tidak memiliki modal yang cukup. Contohnya, jika kita hanya memiliki sebuah PC/Mac paling minimum dan setiap saat kita menggunakan Photoshop, membutuhkan waktu yang cuku lama ataupun melambatkan kinerja komputer anda.

Di bawah ini ada tips-tips untuk membuat Photoshop menjadi lebih cepat hanya dengan merubah pengaturan.

Note: Screenshot di bawah ini adalah Photoshop CS4, tapi meski begitu semua versi lama dari software ini memiliki semua pilihan ini. Perbedaan terletak pada penempatan saja.

Untuk memanggil menu Preferences, klik edit lalu Preferences atau cukup Ctrl+K:

Tip 1: Menyesuaikan pengaturan
Pilih Performance:

Seperti yang anda lihat, ada 4 bagian di sini: Memory Usage, Scratch Disks, History & Cache and GPU Settings. Kita lihat yang tiga pertama.

Memory Usage
Photoshop menggunakan banyak sekali RAM dan dibarengi dengan OS yang kita gunakan. Jumlah penggunaan RAM dapat diatur di Photoshop–anda dapat mengaturnya sesuai keperluan. Ini semua tergantung pada jumlah RAM yang dimiliki, rubah menjadi 55-65% (bagi yang hanya memiliki 2GB RAM) dan 70-75% (bagi yang memiliki 4GB RAM atau lebih).

Note: Jangan maksimumkan bar tersebut karena akan membuat system anda crash. Gunakan seperlunya, sisakan untuk OS anda.

Scratch Disks
Sebagai tambahan untuk RAM, Photoshop menggunakan Scratch Disks atau sering disebut “virtual RAM”. Sebuah scratch disk adalah tempat hard drivce yang dialokasika untuk program sebagai virtual RAM digunakan ketika memproses data. Jika anda ingin memiliki lebih dari satu hard drive, memberikan Photoshop untuk menggunakan hard drive kedua, ini akan sangat membantu komputer bekerja lebih cepat.

Tentukan sebanyak yang anda inginkan, tidak perlu memikirkan tempat–ini hanya sementara dan akan hilang ketika anda keluar dari Photoshop

History & Cache
Kita tidak sempurna, bukan? Dan kita melakukan banyak kesalahan ketika bekerja pada sebuah tugas. Bayangkan bagaimana jadinya jika tidak ada perintah “undo”? Sayangnya, dalam Photoshop kita bahkan dapat mengatur jumlah dari History States atau undo tapi semakin banyak diatur–semakin banyak memori yang digunakan. Karena setiap tindakan diingat dalam virtual memory, jadinya memerlukan tempat yang lebih banyak untuk menyimpan semua langkah tersebut jika diperlukan kembali.

Secara normal, History States diatur menjadi 20, di mana, akan membuat komputer menjadi sangat lambat. Itu akan melambatkan Photoshop, khususnya ketika anda mengerjakan gambar yang dengan kapasitas yang cukup besar. Aturlah menjadi 10-15 dan itu akan berjalan lebih halus.

Cache levels digunakan untuk meningkatkan screen redraw dan histogram rendering speed. Pilih lebih banyak Cache levels untuk dokumen yang lebih besar untuk layer yang lebih sedikit, atau lebih sedikit Cache levels untuk dokumen yang lebih sedikit untuk layer yang lebih banyak. Anda dapat memilih dari 1 hingga 8.

Note: semua perubahan ini akan terjadi ketika anda memanggil kembali Photoshop

Tip 2: Bersihkan Clipboard Anda
Lagi dan lagi–masalah RAM. Clipboard Photoshop menggunakan banyak sekali RAM dan jika anda mengkopi beberapa gambar berkapasitas besar dan memindahkannya ke dokumen baru, itu akan masih tertinggal di clipboard. Kosongkan RAM dengan menghapus data yang tidak diperlukan di clipboard. Untuk melakukan itu semua, cukup klik edit lalu Purge:

Note: perintah ini tidak dapat ditarik kembali, jadi pikir baik-baik sebelum melakukannya.

Tip 3: Men-defrag Hard Drive Anda
Khususnya untuk hard drive kapasitas kecil, fragmentasi adalah sebuah masalah. Gunakan Windows Defragmenter untuk mengoptimalkan hard disk anda sekali-kali. Lakukan sebulan sekali jika perlu. Cukup ikuti perintah ini, Start>All Programs>Accessories> System Tools>Disk Defragmenter. Pilih drive yang perlu di-defrag dan klik tombol Defragment.

Ada beberapa alternatif lain untuk software men-defrag. Jika ingin tahu coba baca artikel berikut: Lima Program untuk Men-defrag PC anda, atau 8 Program Men-defrag Terbaik untuk Membuat PC Anda berjalan seperti Baru, dan 3 Cara untuk Membuat Windows Anda Pada Performa terbaik.

Tip 4: Tutup Software yang tidak diperlukan
Tip ini sangat sederhana tapi kadang kala kita melupakannya dan selalu menggerutu mengapa Photoshop berjalan sangat lambat. Ini semua karena banyak applikasi yang berjalan di belakang, menghabiskan tenaga dan RAM. Tutup semuam aplikasi yang tidak diperlukan.


Sumber artikel: http://blog.marahmerah.com/mempercepat-laju-photoshop-pada-komputer-berkapasitas-minimal/#comment-113

Sumber Foto: http://www.marcofolio.net/images/stories/art/photoshop/resources/photoshop_resources.png

Sabtu, 09 Januari 2010

Falsafah Tukang Parkir


Hidup yang kita jalani ini hanya sementara, jika diibaratkan seperti orang "mampir ngombe". Falsafah jawa yang lain juga mengibaratkan kehidupan manusia yang ada bumi ini tercermin seperti halnya tanaman kelapa. Buahnya bisa jatuh kapan saja, saat masih berupa bunga, saat baru mau tumbuh besar, saat menjadi kelapa muda maupun saat sudah tua dan kering baru jatuh. Kehidupan ini juga diharapkan bisa sepereti halnya tanaman kelapa, bisa memberikan manfaat untuk kehidupan dari dasar akar sampai ujung daun.

Suatu prestasi yang luar biasa dan kebanggan tersendiri jika kehidupan kita ini bisa memberikan manfaat bagi orang lain yang ada di sekitar kita. Kehidupan kita pun akan terasa nyaman jika menerapkan prinsip bahwa semua yang ada ini hanya milik NYA dan kepadaNYA lah semua akan kembali. Apapun amanah yang sedang kita emban saat ini semuanya merupakan titipan Allah dan kita sebagai manusia yang dititipin harus siap sewaktu waktu jikalau yang memberikan titipan tiba tiba mengambil titipannya itu dari tangan Kita.

Namun terkadang manusia akan mudah terlenakan oleh kenikmatan dunia yang hanya sesaat ini. berpikir seakan akan yang ada didalam genggamannya saat ini merupakan suatu miliknya seutuhnya dan seakan akan tidak akan dimintai pertanggungan jawab dari Yang Maha Memiliki kehidupan ini. Hidup ini akan lebih tenang jika belajar Ikhlas seperti falsafah tukang parkir. "Menjaga amanah saat yang memiliki memberikan titipan kendaraan, namun tidak akan bersedih maupun kehilangan jikapun yang memiliki kendaraan mengambilnya kembali.

Semoga kita selalu bisa ikhlas menjalani kehidupan ini dan selalau berlomba lomba untuk menjadi insan utama di hadapan NYA.

Nb: Mampir Ngombe (jawa) : Singgah sementara untuk minum


sumber foto: http://rahmataddy.files.wordpress.com/2009/08/parkiran1.jpg

Senin, 19 Oktober 2009

Wisata Ketep Pass


Jika anda ingin menyaksikan keagungan kuasa NYA dan indahnya ciptan-NYA anda tidak akan salah jika berjunjung ke lokasi ini. menyaksikan kemegahan Gunung Merapi dengan landscape yang menawan. Perjalanan dari Jogja hanya 60 menit menuju arah magelang. Sampai pertigaan Pabrik Tertas mBlabak kita ambil ke arah kanan menuju kaki merapi Merbabu.

Di sela sela istirahat menikmati keindahan Gunung merapi dan indahnya susunan pemukiman masyarakat lereng Pegunungan Merapi-Merbabu, pun kita bisa menikmati hangatnya jagung rebus maupun jagung Bakar. Untuk lebih tau sejarah terbentuknya gunug Merapi, pengunjung dapat menyaksikan tayangan film berdurasi 15 an menit didalam KETEP VOLCANO TEATER. Soo... selain mmperoleh hiburan, kitapun akan mendapatkan tambahan pengetahuan alias tambah Pinter ;-)

Saat perjalanan pulang penjaja Strawbery "organik" akan berjajar menawarkan dagangannya disekitar objek wisata Ketep. Pembeli juga diperkenankan memetik sendiri di perkenankan jika bertepatan dengan saat panen. Have a nice Trip.... have a nice Adventure


"View Gunung Merapi saat Cerah"

"Didepan KETEP VOLCANO TEATER Dengan Kekasih"

"Serasa di Eropa saat Summer #1 saat Bulan madu ke 5 :-)"

"Serasa di Eropa saat Summer #2 Istri & Kakak"

"Di depan Gunung Merapi #1 Bersama Istri"

"Di depan Gunung Merapi #2 kakaku dan ade'nya"

"Puncak Merapi by: my SE G 502+Binokuler"

"Pemukiman Masyarakat lereng Merapi by: my SE G 502+Binokuler"

"Keindahan View Merapi"


"sumber foto: http://www.flickr.com/photos/danansaja/"

"TOLONG....!!!???" Membangun Kepekaan diri Untuk Berbagi



Menyaksikan tayangan-tayangan hiburan yang sering muncul di Televisi sebagian besar kurang mendidik -menurut saya-, karena dalam penayanganya lebih menekankan pola hidup hedonis dan glamor. Life style, kongkow-kongkow, pamer kekayaan, iri, dengki, dendam yang tidak berkesudahan, dan tayangan yang menekankan pola hidup kurang sehat. Namun tayangan yang saya saksikan di televisi sore ini serta sore sore sebelumnya terasa beda. Tayangan yang ini setidaknya bisa menggugah sisi sisi terindah dalam kehidupan manusia. Kemauan untuk saling berbagi, ber empati terhadap orang lain maupun kemauan untuk menebarkan kebajikan pada sesama.

Saat ada orang lain kesusahan, kita yang memiliki kelebihan diharapkan tergugah untuk segera memberikan sebagian kelebihan rezeki yang kita miliki untuk turut serta meringankan beban saudara yang memerlukan. Dan sudah selayaknya kita melakukan itu, karena dalam setiap harta yang dimanahkan Allah kepada kita, makan didalamnya terdapat hak orang lain, yang fakir maupun miskin. Dalam tayangan yang kusaksikan sore tadi dan sore sore yang lain, hampir semua orang yang memiliki empati tinggi adalah orang yang memiliki kondisi ekonomi sama, atau hampir sama susahnya dengan yang meminta tolong.

saya mengamati -terlepas tayangan itu benar-benar alami atau sudah bagian dari rekayasa media untuk mendapatkan hati dari para pemirsa- orang yang hidupnya pas-passan, bahkan dalam kesehariannya penuh dengan kesusahan, cenderung memiliki rasa empati dan kepedulian yang lebih besar terhadap orang yang kesusahan dibandingkan dengan orang yang selalu bergelimang dengan kekayaan. Orang yang kesehariannya susah, akan merasa tidak nyaman jika melihat orang lain lebih susah darinya, maka ia akan berusaha dengan sekuat tenaga, bahkan dengan segala kemampuannya secara tulus ikhlas menolong orang yang lebih susah itu.

Semoga kita bisa terus melatih kepekaan jiwa kita untuk selalu bisa berbagi dengan sesama dan selalu berusaha untuk ikhlas menjalani semuanya.

“Ikhlas bukan hanya sekedar ucapan, namun harus bisa realisasikan dengan perbuatan nyata hanya untuk memproleh ridho dari-NYA. Latih kepekaan diri untuk selalu berbagi”


"sumber gambar: http://kopidangdut.files.wordpress.com/2008/10/hands.jpg"




Minggu, 11 Oktober 2009

KEMBALI MENJADI PELAKU 'LDL' LAGI

Sore itu, ba'da ASAR ku berkemas tuk berangkat ke pulau seberang lagi. Liburan 3 minggu adalah waktu yang lumayan panjang bagi teman teman yg menjalankan aktifitas tidak terlalu jauh dari tempat tinggal, intensitas bertemu dengan keluarga sangat sering, transportasi mudah dan yang utama harga ticket terjangkau (sesuai dgn vacasi yg dia peroleh). Namun akan menjadi cerita berbeda jika hal ini dialami oleh teman teman seperjuanganku. Perjalan yang saya tempuh dari kampung halaman menuju pulau seberang memakan waktu satu minggu jika ditempuh dgn berlayar. Akan lebih cepat dgn perjalanan udara (total waktu penerbangan+transit tidak kurang dari 12 jam) dgn konsekwensi biaya penerbangan lebih mahal. Tabungan dari vacasi perbulan langsung terkuras untuk pulang setahun sekali. Bagi teman yang mengalami hal seperti yg saya alami, bisa pulang hanya setahun sekali-itupun dgn menguras tabungan- pasti akan memiliki penilaian yg serupa dgn saya. Bahwa liburan dalam waktu 3 minggu merupakan liburan sebentar.
Disini saya bukannya ingin berkeluh kesah, namun berusaha mengambil hikmah dari peristiwa yg saya dan teman2 alami.

- Wahana silaturahmi: Berpisah, hidup berjauhan dari keluarga yang selama ini selalu dan senantiasa mendampingi pertumbuhan kita merupakan hal berat. Soo.. Saat liburan merupakan kesempatan untuk bersilaturahmi dan menumpahkan kerinduan dgn keluarga tercinta.
- Melatih kepekaan dan rasa syukur. Saat dipertemukan setelah lama berpisah, kita dapat merasakan nikmatnya pertemuan dan dahsyatnya persaudaraan. Keberadaan saudara di kampung halaman yg selalu merindukan dan menantikan kehadiran kita, merupakan motivasi yg sangat kuat untuk kita bisa bertemu kembali. Saya bisa lebih memaknai indahnya memiliki saudara saat kita pernah mengalami perpisahan.
- Menjadi manusia lebih mandiri: Hidup ditempat asing jauh dari saudara, kita dituntut untuk lebih mandiri dan memiliki jiwa figh yg handal.
- Melatih kepekaan untuk berbagi. Bersama dgn orang lain, kita harus bisa menempatkan diri dan mau selalu berbagi. Saya yakin, jika kita ingin ditolong orang saat memerlukan pertolongan, maka harus mau menolong orang lain juga. Seperti halnya jika kita ingin dihormati oranglain, kita juga harus mau dan bisa menghormati orang lain.
- memupuk kemampuan kerjasama: sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa lepas dari keberadaan manusia lain. Keberadaan antar manusia untuk saling melengkapi. Harus bisa membangun jaringan dan selalu bekerjasama. Pekerjaan ditangani bersama akan lebih ringan daripada dijalani sendirian.

Sedikit hikmah berjauhan dari keluarga yg dicintai (LDL) ini, semoga menjadi spirit kita untuk terus maju dan menjadi Insan Utama. Amin...

Cinta adalah anugrah.
Syukuri apa yg telah Allah berikan kepada kita.


Write by SE G502 'danansaja'

Minggu, 27 September 2009

LONG FLIHT'S -MUDIK-


Dahulu, ketika harga ticket pesawat masih muahal, Bagi sebagian orang terbang merupakan pengalaman yang langka, bahkan hanya sebatas bisa menjadi angan. Dan sekarang dengan menjamurnya maskapai penerbangan, monopoli harga ticket hampir tidak terjadi lagi dan harga ticket pesawat mulai bersaing. Maskapai-maskapia penerbangan bersaing untuk merebut hati konsumen dengan penawaran harga murah serta dilengkapi dengan beberapa service untuk membuat penumpang merasa nyaman saat melakukan penerbangan.

Bagi saya tidak menjadi masalah jika penerbangan hanya dalam waktu 1 sampai 2 jam. Namun akan menjadi perjalanan yang melelahkan jika penerbangan lebih dari 3 jam. Pengalaman perbang saya Jogja – Manokwari – Jogja menjadi pengalaman terbang paling lama yang pernah saya tempuh (penerbangan terakhir yang saya tempuh total dengan waktu tunggu di bandara mulai cek inn + Transit di dua bandara tidak kurang dari 12 jam). Dan sampai saat ini saya lebih sering melakukan penerbangan JOGJA – MANOKWARI tansit minimal di dua Bandara. Hal yang paling memelahkan dalam penerbangan ini saat menunggu jadwal terbang di Bandara. Belum lagi jika pesawat mengalami keterlambatan (delay). Huff..... beban badan serasa bertambah.

Namun ada beberapa trik yang bisa saya bagi kepada pembaca untuk menjaga fitalitas tubuh dan menghilangkan kepenatan saat melakukan Long Flight.

- Menjaga Fitalitas tubuh : jangan lupa makan yang cukup saat melakukan penerbangan (jika sedang puasa, jangan lupa makan sahur dengan komposisi seimbang)

- Menggunakan pakaian yang longgar (nyaman) : Supaya bada tidak merasa terbebani dengan pakaian yang terlalu ketat, seyogyanya gunakan pakaina yang longgar dan menyerap keringat.

- Barang bawaan yang dibawa naik ke kabin secukupnya saja. Barang barang yang besar dan berat lebih bijaksana dimasukkan ke dalam Bagasi.

- Usahakan saat melakukan perjalanan tubuh dalam keadaan rileks

- Membawa buku untuk bacaan sebagai bacaat saat melakukan penerbangan, supaya tidak jenuh.

- Membawa obat-obatan yang biasa diperlukan dalam kondisi darurat.

Semoga penerbangan panjang menjadi lebih nyaman dan menyenagkan.

Have a nice Flight...... ;-)


sumber gambar: http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:SLVvlr5s6TJxfM:http://www.cheapoair.com/travel/cheap-flights/portals/92/cms/flight/images/main/flight-generic-small.jpg

 

Copyright 2007 ID Media Inc, All Right Reserved. Crafted by Nurudin Jauhari